Cara Trading Cryptocurrency Tetap Profit Tanpa Technical Analysis

gambar ilustrasi masyarakat

Selamat datang di godosome.net - Trading adalah aktivitas membeli dan menjual aset atau benda secara jangka pendek atau bertahap untuk menghasilkan keuntungan / profit, mata uang crypto di Indonesia di akui sebagai aset digital.

Jadi bisa di simpulkan trading cryptocurency adalah aktivitas membeli dan menjual aset digital atau mata uang crypto secara jangka pendek atau bertahap untuk menghasilkan keuntungan /profit.

Tentu saja trading dilakukan untuk mencari sebuah keuntungan. Untuk mencapai profit yang maksimal, trader (seorang yang melakukan aktivitas trading) harus bisa mengetahui saat yang tepat untuk membeli atau menjual dan khusus pada trading aset digital seorang trader membutuhkan analisa yang tepat untuk memilih coin crypto mana yang akan menjanjikan keuntungan / profit, maka dibutuhkan sebuah analisa.

Ada dua jenis analisa yang umumnya digunakan dalam dunia trading cryptocurrency, yaitu analisis teknikal dan analisis fundamental.

Technical Analysis

Analisis teknis yang lebih dikenal dengan istilah analisis teknikal adalah teknik analisis yang digunakan untuk memprediksi trend suatu harga saham / aset digital dengan cara mempelajari data pergerakan pasar dimasa lampau, terutama pergerakan harga dan volume, dengan menggunakan asumsi bahwa pergerakan harga yang terjadi dimasa lampau akan terjadi kembali dimasa yang akan datang. Analisa teknikal dilakukan dengan menggunakan bantuan chart.

Namun analisis teknikal ini tidak selalu benar bahkan seorang ekonom bernama Burton Malkiel berargumen bahwa "Analisis teknikal merupakan sesuatu yang diharamkan (anathema) dalam dunia akademis" dan selanjutnya ia mengatakan pula bahwa " dalam bentuknya yang merupakan hipotesa efisien pasar yang lemah maka angka tidak akan dapat memprediksi harga saham kedepannya berdasarkan harga yang lampau".

Lalu bagaimana cara trading cryptocurrency tetap profit tanpa technical analisis - maka agar tetap profit tanpa technical analisis dan untuk melengkapi kekurangan analisis teknikal diperlukan juga sebuah analisis fundamental.

Fundamental Analysis

Dalam pasar saham analisis fundamental adalah metode analisis yang didasarkan pada fundamental ekonomi suatu perusahaan. Teknis ini menitik beratkan pada rasio finansial dan kejadian - kejadian yang secara langsung maupun tidak langsung memengaruhi kinerja keuangan perusahaan. Sebagian pakar berpendapat teknik analisis fundamental lebih cocok untuk membuat keputusan dalam memilih saham perusahaan mana yang dibeli untuk jangka panjang.

Jika analisis fundamental dalam perdagangan saham dilakukan oleh para akuntan dalam memahami laporan keuangan yang diterbitkan oleh perusahaan-perusahaan yang melantai di bursa, analisis fundamental dalam cryptocurrency baiknya dilakukan oleh pakar kriptografi dan pakar perangkat lunak.

Kriptografi (atau kriptologi) bukanlah ilmu yang sama sekali baru. Teknik kriptografi pertama telah dikenal sejak era Romawi dengan nama Caesar Cypher, yakni sebuah metode pengacakan pesan sederhana dengan menggeser huruf-huruf sebanyak beberapa kali dengan konstan. Kriptografi dikenal sebagai sebuah ilmu yang cukup rumit karena sangat berkaitan dengan teknik matematika tingkat lanjut, namun berkat jasa Satoshi Nakamoto, para kriptografer di seluruh dunia kebanjiran job di bidang yang baru ini.

Menurut Coindesk, analisis fundamental dilakukan terhadap:
  • jumlah suplai, yakni total koin yang disediakan oleh sistem cryptocurrency tersebut
  • jumlah permintaan, yakni daya serap pasar terhadap koin-koin yang telah ada
  • peristiwa besar yang terjadi, misalnya peristiwa hacking pasar cryptocurrency besar

Cryptorials menambahkan beberapa poin yang belum dibahas oleh Coindesk, yakni:
  • jumlah dan volume transaksi
  • level adopsi sebuah cryptocurrency (misalnya kemudahan beli dalam pasar besar dan dukungan vendor)
  • utilitas jaringan (misalnya biaya per transaksi)
  • kesehatan jaringan (misalnya jangka waktu konfirmasi sebuah transaksi)

Tambahan dari Kriptologi beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam analisis fundamental cryptocurrency adalah sebagai berikut:

Rancangan Kriptografi

Membaca whitepaper (atau yellow paper, istilah yang digunakan oleh Ethereum) sebuah cryptocurrency sebelum memutuskan meletakkan portofolio dalam cryptocurrency tersebut adalah hal yang wajib dilakukan. Whitepaper biasanya menyediakan rincian teknik yang diaplikasikan dalam sistem tersebut, termasuk detail metode kriptografi yang dilakukan.

Salah satu poin utamanya adalah penggunaan kriptografi asimetris (public key cryptography) yang berpengaruh pada panjang alamat (wallet) dan tanda tangan digital. Kebanyakan cryptocurrency menggunakan metode Elliptic Curve Cryptography (ECC) yang memiliki ukuran kunci yang kecil.

Tanda tangan digital berpengaruh terhadap seberapa kuat sistem tersebut dalam menghadapi ancaman serangan, misalnya dengan memanfaatkan celah malleability yang nyata pada Bitcoin, ataupun juga potensi serangan di masa depan dengan menggunakan komputer kuantum. Produk-produk cryptocurrency baru sudah mulai merespon potensi “quantum attack” untuk menjamin bahwa sistem mereka masih tetap dapat berjalan dalam dunia komputasi kuantum yang memiliki kekuatan komputasi berkali-kali lipat dari komputasi terkuat yang pernah ada.

Implementasi Perangkat Lunak

Selain rancangan kriptografi, implementasi perangkat lunak juga harus jadi perhatian. Sebuah sistem yang mengklaim diri memiliki pengamanan terkuat, bisa saja jatuh pada kesalahan penulisan kode software, misalnya yang pernah terjadi pada cryptocurrency berbasis CryptoNote yang menggunakan codebase yang sama. Memastikan bahwa sebuah software tidak memiliki bug adalah pekerjaan yang mustahil dilakukan, terlebih terhadap sistem kompleks yang memiliki ribuan baris kode dan ditulis oleh banyak orang yang memiliki style pemrograman yang berbeda satu sama lain.

Jumlah Node

Jumlah server (node) yang menyimpan blockchain cryptocurrency tertentu merupakan salah satu parameter yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi apakah cryptocurrency tersebut mendapatkan dukungan yang baik oleh komunitas. Salah satu problem dalam dunia cryptocurrency adalah ketiadaan reward ekonomi terhadap pihak penyedia server.

Semakin banyak server yang tersedia menjadi indikator bahwa cryptocurrency tersebut “ramai” oleh para vendor dan penyedia jasa terkait cryptocurrency tersebut. Berhubung cryptocurrency merupakan sistem komunitas, maka hidup matinya sistem sangat bergantung pada komunitas tersebut, baik dari sisi penyedia jasa maupun pengguna jasa.

Fasilitas Sistem

Anda dapat menganalogikan cryptocurrency sebagai sebuah software pemroses kata seperti Microsoft Word. Anda menginginkan perangkat lunak yang memiliki fitur lengkap untuk memenuhi kebutuhan Anda yang beragam, misalnya mengolah kata, memformat paragraf, menambahkan gambar dan grafik, nomor halaman, dan daftar isi. Namun terkadang Anda juga menginginkan software sederhana yang cukup untuk mengolah kata.

Berbagai keperluan spesifik ini direspon oleh cryptocurrency dengan berbagai jenis produk yang memiliki fitur yang sangat beragam. Sebut saja Ethereum dengan smart contract, Dash dengan fitur mixer, Monero dengan ring signature dan confidential transaction untuk melindungi privasi pengguna, Zcash dengan zero-knowledge (atau lebih tepatnya zk-SNARK) yang mengguncang dunia, ataupun IOTA yang dikembangkan spesifik untuk Internet of Things (IoT).

Dengan menganalogikan koin cryptocurrency sebagai tiket untuk menggunakan perangkat lunak, maka tergantung seberapa besar kebutuhan Anda (dan orang lain) terhadap perangkat lunak tersebut untuk memenuhi kebutuhan Anda. Anda mungkin memerlukan smart contract untuk pemrograman mata uang yang kompleks di masa depan, dan dengan demikian Anda menyimpan Ether dalam jumlah besar.

Perlu diperhatikan pula bahwa tidak ada sistem sempurna di dunia ini. Sebuah fasilitas “mewah” harus dibayar dengan harga mahal, misalnya dalam hal smart contract yang kompleks dan dengan demikian memerlukan analisis keamanan yang lebih mendalam.

Proses perbaikan yang terus menerus oleh para pengembang membuat cryptocurrency sangat menarik disimak. Apakah cryptocurrency dapat bertahan hingga bertahun-tahun lagi? Apakah cryptocurrency mampu mengguncang sistem perbankan yang telah mapan selama ratusan tahun? Who knows.

Salah Satu Kunci Dari Fundamental Trading Adalah Event

Contoh kasus adalah apa yang sudah di bagikan Investmood dalam postingan chanel telegram mereka Selasa (08/05/2018): "Tepatnya beberapa hari lalu, kami menerima sebuah isu bahwa SEC atau Security and Exchange Commission USA akan melakukan rapat, dimana salah satu isu yang hot adalah, #ETH akan dinyatakan sebagai salah satu security asset. SEC bisa dibilang seperti OJK nya US, artinya, ini adalah berita yang sangat baik untuk Ethereum. Bermodalkan hanya berita itu saja, kami berhasil profit hingga 80%. Tanpa indikator sama sekali. Hanya berita".

Fundamental Analysis
Fundamental Analysis
Gambar:Investmood
Investmood menambahkan : "disini, kami ingin membungkam mitos bahwa temen-temen harus jago TA untuk trading. Pertanyaanya, bagaimana sih caranya mendapatkan berita-berita yang VALUABLE dan TERPERCAYA? Simpel, gunakan Google Alerts. Lalu pasang keyword: Cryptocurrency atau Bitcoin. Trust me, it works! "

Sebagai tambahan informasi, Google Alerts merupakan layanan yang menghasilkan mesin telusur berdasarkan kriteria yang dipilah dan memberikan hasil telusuran langsung ke akun e-mail Anda. Layanan ini berguna dalam berbagai aspek, seperti memonitor web untuk informasi spesifik mengenai perusahaan, popularitas konten online, bahkan sampai menunjukkan perkembangan berita terbaru, informasi selebriti, atau tren terkini, Anda juga dapat menggunakan Google Alerts untuk update informasi dunia cryptocurency.

Cara Menggunakan Google Alert

Dilansir dari Gizbot.com, Selasa (22/8/2017), ini cara termudah untuk menggunakan Google Alert pada perangkat Anda.

Langkah pertama, Anda bisa membuka browser web dan mengetik 'Google Alerts' pada mesin pencarian atau langsung masuk ke situs web https://www.google.com/alerts yang akan membawa Anda langsung ke beranda Google Alerts. Ketika masuk ke beranda, pastikan akun Google Play Anda telah log in, kemudian Anda bisa memasukkan frase kata kunci yang ingin dicari.

Anda harus mengetikkan kata per kata yang dipisah dengan koma, atau bisa memilih frase pilihan yang disediakan Google pada halaman bawah mesin pencarian. Anda juga bisa memilih dari berbagai sumber seperti buku, video, ataupun blog sesuai dengan keinginan.

Setelah menemukan istilah atau frase yang diinginkan, klik 'Create the Alert' dan masukkan alamat email yang valid untuk Google mengirimkan hasil pencarian Anda dari frase pilihan tersebut. Pertama Anda akan menerima email dari Google Alert untuk mengonfirmasi atau membatalkan pencarian yang diinginkan, setelah mengonfirmasi Anda akan mulai menerima pemberitahuan.

Kemudian Anda juga dapat mengatur kapan hasil pencarian tersebut dikirimkan ke email Anda, frekuensi pengiriman hasil pencarian, seberapa banyak hasil pencarian yang ingin diterima, bahasa, dan juga berbagai hal lainnya. Setelah mengatur semua hal sesuai dengan keinginan, Anda bisa menekan 'Alerts' dan mulai saat itu juga email Anda akan menerima hasil penelusuran sesuai dengan frase atau kata kunci pilihan sebelumnya.

Janganlah jadi orang yang terlalu percaya diri terhadap skill trading, karena mau bagaimanapun, aspek fundamental akan bermain, jadi seumpama Anda tidak jago dalam technical analysis, Anda bisa tetap profit saat trading cryptocurrency dengan memerhatikan analisa fundamental.

Ditulis dari berbagai sumber (wiki,kriptologi.com,Investmood,dll) semoga bermanfaat.