Bitcoin Digunakan Sebagai Sarana Tindak Kejahatan ?

Bitcoinnya ga jahat Tapi Ada Orang Jahat Yang Pake Bitcoin

2 Oktober 2017 | Bitcoin sebagai mata uang digital kini mulai menjadi trend dikalangan warga dunia, dari yang awalnya tidak terlalu di perhitungkan kini menjadi sangat berharga.

Bitcoin telah banyak digunakan masyarakat sebagai alat transaksi selayaknya mata uang konvensional, dari aktifitas jual beli online seperti membeli pulsa secara online bahkan beberapa tempat di bali telah menerima pembayaran mengunakan Bitcoin.

Tak khayal jika harga bitcoin akan semakin tinggi, jika masyarakat semakin memberi kapercayaan kepada mata uang ini.

Disisi lain Bitcoin menjadi benda berharga yang menjadi incaran para pelaku kejahatan, sudah banyak terjadi kasus penipuan dan aksi hecker yang meretas situs online penyedia layanan Bitcoin, yang paling ramai diperbincangkan terakhir ini adalah kasus virus ramsomeware yang menyerang banyak perangkat komputer diseluruh dunia.

Sudah menjadi tabiat manusia mereka menginginkan harta dan mengumpulkanya, sekarang tergantung kepada manusianya yang akan menempuh jalan yang benar (legal) atau menempuh cara yang dzolim seperti menipu dan sebagainya. berikut ini saya rangkum beberapa tindak kejahatan yang menggunakan Bitcoin sebagai sarananya. Informasi saya ambil dari beberapa media Indonesia.

1.Bitcoin digunakan teroris ISIS

Tahun 2015 lalu beredar laporan dari kelompok hecker GSG yang meng klaim berhasil mengungkap akun keuangan ISIS dari lansiran berita CNN Indonesia, Kelompok hacker bernama Ghost Security Group (GSG) berhasil mengungkap beberapa akun keuangan ISIS pada November kemarin. 
Tak mengherankan, mereka menemukannya di dalam jaringan uang virtual Bitcoin.

Tercatat salah satunya memiliki nominal Rp 41,1 miliar. Meski begitu, jumlah yang telah ditemukan ternyata dianggap baru sebagian kecil sebab konon untuk melancarkan serangan seperti 9/11, dana yang dibutuhkan ISIS setidaknya Rp 5,4 sampai 6,8 miliar. GSG berpendapat, penggunaan mata uang cryptocurrency oleh ISIS adalah sebagai bentuk pemasukan untuk mendanai berbagai operasi militer yang sedang dilakukan.

Ada perbincangn di Frum Bitcoin Indonesia, Seorang analis asal Israel yang memiliki spesialisasi khusus dibidang cyber crime menyebutkan bahwa ISIS sedang menggunakan situs-situs gelap dan Bitcoin untuk mendanai kegiatan mereka serta merekrut orang-orang baru untuk bergabung dalam kelompoknya.

Sistem yang tidak teregulasi seperti Bitcoin memang sangat mudah dieksploitasi dan digunakan oleh teroris karena jaringannya bersifat anonymous. Analis asal Israel tersebut menyebutkan bahwa ia berhasil menelusuri situs pengumpulan dana yang dijalankan oleh ISIS dan melihat bahwa Bitcoin dijadikan salah satu cara untuk mendapatkan uang dari supporternya.

Jimmy Gurule, Sekretaris Departemen Tresuri dibawah pimpinan George W. Bush sekaligus seorang senior di bidang hukum internasional dalam melawan aksi terorisme menyatakan bahwa ia mendukung pernyataan analis Israel tersebut. "Bitcoin saat ini tidak teregulasi, sehingga saya juga berpikir bahwa Bitcoin berisiko untuk digunakan para teroris untuk mentransfer uang demi menjalankan aksi-aksi kriminalnya," ujarnya.

Padahal saya pikir ngapain teroris pake2 Bitcoin? bukanya malah lebih susah ntar dia pakenya, emangnya diwilayah konflik gitu mereka mau beli makan pake Bitcoin belum lagi nilai Bitcoin yang fluktuatif, apa ga takut rugi mereka? kalo pas butuh dana gitu mereka mesti nyairin Bitcoin kemana? lah repot mungkin ya...
  
Perlu diketahui bahwa transaksi Bitcoin dapat dilacak, dijelaskan oleh Suasti Atmastuti Astaman, Business Development Manager dari salah satu platform jual beli Bitcoin di tanah air, yaitu Bitcoin Indonesia. Dari artikel Blog Bitcoin Indonesia, menurut Suasti, Bitcoin merupakan salah satu sarana paling buruk untuk melakukan pencucian uang atau memberi dana kepada para teroris. Jika pihak kepolisian menemukan alamat rumah dari seorang pengguna Bitcoin misalnya, maka mereka akan bisa memeriksa semua transaksi yang dilakukan oleh orang tersebut di buku besar Bitcoin.

2. Bitcoin tebusan virus WannaCry

Tahun ini pada bulan mei yang lalu warga dunia maya di hebohkan dengan menyebarnya virus WannaCry menyerang komputer di seluruh dunia tak terkecuali di indonesia bahkan seperti yang di tulis di Tribun Bali, RS Dharmais dan RS Harapan Kita telah mendapat serangan virus komputer mematikan tersebut. Akibatnya, sistem komputer di dua rumah sakit tersebut terkunci oleh program jahat WannaCry tersebut hinga tidak dapat diakses hingga berdampak pada pelayanan pasien. untuk menghindari dari serangan virus ini, sampai-sampai komputer dan Wi-fi di Mabes Polri Dimatikan, sehingga memaksa petugas kepolisian Kembali Kerja Manual.

Dilansir dari Duniafintech.com, Ransomware adalah bentuk malware yang menyerang sistem komputer dengan mengunci, dimana dilakukan dengan cara mengenskripsi seluruh file, membuat file tersebut tidak dapat dibuka atau digunakan kembali, kecuali pengguna memperoleh kunci dekripsi dari pemilik virus yang meminta sejumlah uang sebagai tebusan.

Komputer biasanya terinfeksi saat pengguna membuka tautan atau lampiran email dari pesan email berbahaya. Dikenal sebagai email phishing, pesan sering dikirim dari akun email yang disamarkan. Tujuannya, agar terlihat seperti berasal dari entitas yang dikenal atau dapat dipercaya. Apabila tautan tidak di-klik, maka ransomware tidak akan menginfeksi komputer. Hacker juga dapat menanam malware di situs web.

3. Bitcoin sebagai sarana penipuan

Selain dari dua hal di atas, Bitcoin juga banyak dipakai sebagai sarana penipuan salah stunya dengan kedok investasi online. penipu biasanya mengaku akan memberikan bagi hasil yang tidak masuk akal yang pada akhirnya para investor hanya membuang Bitcoin mereka kepada sipenipu.

Kasus penipuan yang baru beberapa bulan lalu terjadi adalah lenyapnya situs newageBank yang berarti lenyap pula Bitcoin para nasabahnya, beberapa penipu menggunakan metode seperti skema ponzi untuk melakukan aksinya. sekema ponzi juga di terapkan oleh First Travel, iya  First Travel tidak menerima Bitcoin namun faktanya penipuan akan ada dengan berbagai sarana.

Dikutip dari Koran Sindo - AKBP Takdir Mattanete yang beberapa waktu lalu mewakili Kepolisian Indonesia (Polri) untuk mengenyam pendidikan Countermeasures Againt Cyber Crime (CAC) di Jepang mengungkapkan, ada modus-modus baru penggunaan Bitcoin. Menurutnya, kejahatan dengan virtual currency ini sedang santersanternya digunakan oleh para gembong narkotika, teroris, bahkan kelompok money laundry (pencucian uang) atau TPPU.

“TPPU bisa digunakan pelaku kejahatan yang menyimpan dana dari kejahatan dan Bitcoin . Untuk kejahatan lainnya seperti narkoba dari hasil itu (bitcoin ) bisa saja timbul dan ada,” katanya. Peluang dengan menggunakan Bitcoin juga dibenarkan praktisi komputer yang pernah tergabung dalam komunitas hacker , sebut saja Randy, bukan nama sebenarnya. Dia mengatakan, kemungkinan para pelaku money laundry menggunakan Bitcoin untuk aksinya sangat besar.

Kesimpulan - Bitcoin yang digunakan sebagai sarana kejahatan manjadi berita negatif, ujungnya orang - orang malah takut pake Bitcoin, padahal Bitcoin adalah alat yang tidak bisa disalahkan dia seperti mata uang pada umumnya, kasus kejahatan penipuan perampokan dan pembobolan bank juga terjadi kepada mata uang konvensional namun tidak ada yang menyalahkan keberadaan mata uang konvensional tersebut, mata uang konvensional di gunakan semua manusia pada masa ini.

Mata uang konvensional di cetak oleh bank sentral negara, bisa jadi uang yang di cetak oleh bank tidak terbatas jumlahnya, jika jumlah uang yang beredar semakin banyak maka nilainya akan semakin menurun, hal ini tidak akan pernah terjadi kepada Bitcoin dikarenakan Bitcoin jumlahnya terbatas seperti logam mulia emas yang jumlahnya terbatas namun permintaan selalu tinggi sehingga membuatnya berharga.

Kejahatan bisa terjadi dimana saja dan dengan sarana apa saja, dan btcoin dianggap sebagai sarana juga motif kajahatan baru, oleh karena itu selayaknya bagi pengguna Bitcoin agar selalu waspada akan hal ini, kehati-hatian sangat di perlukan. Sebenarnya bukan Bitcoinnya yang jahat tapi ada orang jahat yang pake Bitcoin.

Setelah mengetahui beberapa peristiwa yang menggunakan Bitcoin sebagai sarana kejahatan, apakah Anda masi berminat menggunakan mata uang ini? menurut saya hal tersebut tidak mempengaruhi karena tindak kejahatan bisa terjadi melalui sarana apa saja, kembali kepada diri kita masing-masing sebagai pengambil keputusan. Bagaimana menurut Anda?